FRAKTUR BASIS CRANII PDF

Posted by NEO-PADEMEN Labels: Cedera kepala Pada saat perawat praktek di ruang bedah saraf, akan melihat pasien pada bagian kedua matanya terdapat lingkaran hitam atau disebut raccoon eyes atau pandabear , kata raccoon diambil dari nama binatang yang mempunyai lingkaran hitam di kedua belah matanya. Raccoon sign merupakan salah satu tanda dari fraktur dasar tengkorak Basis cranii. Selain tanda tersebut masih ada tanda — tanda lain yang merupakan petunjuk dari fraktur dasar tengkorak, tanda tersebut tidak selalu terdapat bersamaan tergantung lokasi terkenanya. Perawat perlu mengenal tanda — tanda tersebut karena fraktur dasar tengkorak sulit dideteksi dengan foto rotgen kepala. Kalau perawat tidak mengetahui tanda — tanda tersebut pada saat melakukan pengkajian fisik tidak menutup kemungkinan terjadi kekurang hati — hatian sehingga data yang didapat tidak mencerminkan dari fraktur dasar tengkorakOleh karena itu perawat perlu memahami tanda — tanda dari fraktur dasar tengkorak. Tanda — tanda dari fraktur dasar tengkorak adalah : - Otorrhea atau keluarnya cairan otak melalui telinga menunjukan terjadi fraktur pada petrous pyramid yang merusak kanal auditory eksternal dan merobek membrane timpani mengakibatkan bocornya cairan otak atau darah terkumpul disamping membrane timpani tidak robek - Battle Sign warna kehitaman di belakang telinga : Fraktur meluas ke posterior dan merusak sinus sigmoid.

Author:Meztilrajas Malashicage
Country:Switzerland
Language:English (Spanish)
Genre:Technology
Published (Last):11 August 2014
Pages:202
PDF File Size:11.89 Mb
ePub File Size:4.85 Mb
ISBN:457-8-78345-353-2
Downloads:70012
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Faell



Gambar 1. Fossa pada Basis Cranii3. Dilateral terdapat pars squamous pars os temporal2. Fissura orbitalis superior, yang merupakan celah antara ala mayor dan minor os sphenoidalis dilalui oleh n.

Dasar fossa cranii posterior dibentuk oleh pars basilaris, condylaris, dan squamosa os occipital dan pars mastoiddeus os temporal. Pada fraktur yang mengenai foramen jugularis n. IX, X dan XI dapat cedera1,2. Gambar 2. Tulang Pembentuk Kalvaria dan Basis Kranii4. Cedera kepala adalah salah satu penyebab kematian utama dikisaran usia produktif.

Secara global insiden cedera kepala meningkat terutama karena peningkatan penggunaan kendaraan bermotor. Prevalensi kasus cidera kepala banyak terjadi baik di negara maju maupun negara berkembang. Berbagai studi epidemiologi telah dipublikasi terkait kasus trauma kepala.

Taglieferri dkk melakukan review sistematik tentang epidemiologi dari trauma kepala di eropa tahun , didapatkan bahwa rerata laju mortalitas kasus trauma kepala adalah 15 per Tahun Mauritz dkk melaporkan insiden kasus trauma kepala 21 per Data dari Amerika melaporkan tiap tahunnya ada sekitar 30 juta kasus trauma yang masuk instalasi gawat darurat, rawat inap di rumah sakit dan meninggal yang terjadi di Amerika Serikat.

Dari keseluruhan jumlah yang meninggal tersebut merupakan kasus trauma kepala yang secara langsung menyebabkan kematian. Gambar berikut menyajikan grafik laju rerata kasus trauma kepala per Gambar 3. Grafik Insiden Trauma Kepala dari tahun 8. Gambar 4. Fraktur Cincin pada Basis Cranii. Saat memeriksa respon leher akibat beban daya regang aksia, Sances et al. Hopper et al. Terdapat 3 suptipe dari fraktur temporal berupa longitudinal, transversal dan mixed. Tipe transversal dari fraktur temporal dan type longitudinal fraktur temporal ditunjukkan di bawah ini.

A fraktur tulang temporal transversal dan B fraktur tulang temporal longitudinal Fraktur longitudinal terjadi pada regio temporoparietal dan melibatkan bagian squamousa pada os temporal, dinding superior dari canalis acusticus externus dan tegmen timpani.

Tipe fraktur ini dapat berjalan dari salah satu bagian anterior atau posterior menuju cochlea dan labyrinthine capsule, berakhir pada fossa Cranii media dekat foramen spinosum atau pada mastoid air cells. Fraktur mixed memiliki unsur unsur dari kedua fraktur longitudinal dan transversal. Namun sistem lain untuk klasifikasi fraktur os temporal telah diusulkan. Sistem ini membagi fraktur os temporal kedalam petrous fraktur dan nonpetrous fraktur, yang terakhir termasuk fraktur yang melibatkan mastoid air cells.

Fraktur tersebut tidak disertai dengan deficit nervus cranialis. Fraktur condylar occipital Posterior , adalah hasil dari trauma tumpul energi tinggi dengan kompresi aksial, lateral bending, atau cedera rotational pada pada ligamentum Alar. Fraktur tipe ini dibagi menjadi 3 jenis berdasarkan morfologi dan mekanisme cedera.

Klasifikasi alternative membagi fraktur ini menjadi displaced dan stable, yaitu, dengan dan tanpa cedera ligamen. Tipe I fraktur sekunder akibat kompresi aksial yang mengakibatkan kombinasi dari kondilus oksipital.

Ini merupakan jenis cedera stabil. Tipe II fraktur yang dihasilkan dari pukulan langsung meskipun fraktur basioccipital lebih luas, fraktur tipe II diklasifikasikan sebagai fraktur yang stabil karena ligament alar dan membrane tectorial tidak mengalami kerusakan.

Tipe III adalah cedera avulsi sebagai akibat rotasi paksa dan lateral bending. Hal ini berpotensi menjadi fraktur tidak stabil. Presentasi dengan fraktur basis Cranii fossa anterior adalah dengan rhinorrhea dan memar di sekitar palpebra atau raccoon eyes lihat gambar 6. Kehilangan kesadaran dan Glasgow Coma Scale dapat bervariasi, tergantung pada kondisi patologis intrakranial. Gambar 6. Fraktur tranversal os temporal melibatkan saraf cranialis VIII dan labirin, sehingga menyebabkan nystagmus, ataksia, dan kehilangan pendengaran permanen permanent neural hearing loss.

Fraktur condylar os oksipital adalah cedera yang sangat langka dan serius. Sebagian besar pasien dengan fraktur condylar os oksipital, terutama dengan tipe III, berada dalam keadaan koma dan terkait cedera tulang belakang servikalis.

Pasien ini juga memperlihatkan cedera lower cranial nerve dan hemiplegia atau guadriplegia. Pasien tampak dengan kesulitan fungsi fonasi dan aspirasi dan paralysis ipsilateral dari pita suara, palatum mole curtain sign , superior pharyngeal constrictor, sternocleidomastoid, dan trapezius.

Pasien dengan fraktur basis cranii memiliki kecenderungan kuat untuk mengalami meningitis. Sayangnya efektifitas antibiotik untuk profilaksis meningitis pada kasus ini tidak cukup baik.

EO 13327 PDF

Menu utama

Envad Tsugumi Basis Cranii, Cairan Serebro Spinal dan Reticular Activating System Pendahuluan Basis cranii dibentuk oleh beberapa tulang dan terdapat banyak lubang yang menjadi tempat masuk keluarnya jalan saraf juga pembuluh darah otak. Sedangkan cairan serebro spinal memegang peranan penting dalam menyokong otak itu sendiri. Reticular activating system merupakan kumpulan serabut saraf yang mempengaruhi siklus tidur- jaga seseorang. Untuk mempelajari hal tersebut, maka tulisan ini dibuat.

KATHLEEN WOODIWISS WOLF AND THE DOVE PDF

Kraniebrud

Komplikasi yang sering terjadi pada pasien fraktur basis crania adalah paralisis otot-otot fasialis dan rantai tulang — tulang pendengaran apabila farktur basis crania disertai dengan rhinorrhea. Walaupun fraktur pada cranium memiliki potensi resiko tinggi untuk cedera nervus cranialis, pembuluh darah dan cedera langsung pada otak, sebagian besar jenis fraktur adalah jenis fraktur linear pada anak — anak dan tidak disertai dengan hematom epidural. Konsep Asuhan Keperawatan. Pengkajian subyektif.

DISTOCIA DE PARTES BLANDAS PDF

Berdasarkan Morfologi Cedera yang hanya mengenai kulit kepala. Cedera kulit kepala dapat menjadi pintu masuk infeksi intrakranial. Fraktur Tengkorak Fraktur yang terjadi pada tulang tengkorak. Fraktur basis cranii secara anatomis ada perbedaan struktur didaerah basis cranii dan kalvaria yang meliputi pada basis caranii tulangnya lebih tipis dibandingkan daerah kalvaria, durameter daerah basis lebih tipis dibandingkan daerah kalvaria, durameter daerah basis lebih melekat erat pada tulang dibandingkan daerah kalvaria.

FTS 800C-2 PDF

Tauktilar Time saving is life saving merupakan dasar dari tindakan pada menit-menit pertama yang dapat menentukan hidup atau mati penderita. Basis cranii memiliki bentuk yang tidak rata sehingga dapat melukai bagian dasar otak saat bergerak akibat proses akselerasi dan deselerasi. Pemeriksaan laboratorium Pemeriksaan darah rutin, fungsi 2. Penanganan fraktur basis Cranii ini meliputi konservatif dan operatif, dengan tujuan utama mengurangi TIK, dan mengatasi fistula yang ada, serta profilaksis infeksi meningitis. Terbagi atas 3 jenis: Tipe fraktur ini dapat berjalan dari salah satu bagian anterior atau dranii menuju cochlea dan labyrinthine capsule, berakhir pada fossa Cranii media dekat foramen spinosum atau pada mastoid air cells. Para peneliti menguji 19 cadaver dalam posisi supine dan hanya mampu menghasilkan BSF tunggal. Terdapat 3 suptipe dari fraktur temporal berupa longitudinal, transversal dan mixed.

Related Articles