GOLOK YANCI PEDANG PELANGI PDF

Pengakuan ini sungguh di luar dugaan Ho Leng-hong, ia tak dapat mengatakan terkejut ataukah bergirang? Untuk sesaat pemuda itu hanya berdiri mematung. Cuma setelah kau akui keasliannya, maka segala sesuatunya harus dilaksanakan menurut peraturan lembah ini, tentunya kau tak akan menyesal bukan? Gadis itu menutup dokumen-dokumennya dan menarik napas panjang seperti ada maksud tapi seperti tak sengaja melirik sekejap ke arah Ho Leng-hong lalu tersenyum, kemudian bangkit dan mengundurkan diri.

Author:Zujar Zuzuru
Country:Anguilla
Language:English (Spanish)
Genre:Software
Published (Last):11 November 2010
Pages:261
PDF File Size:7.98 Mb
ePub File Size:12.30 Mb
ISBN:989-8-41547-655-4
Downloads:41936
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Nikozil



Pengakuan ini sungguh di luar dugaan Ho Leng-hong, ia tak dapat mengatakan terkejut ataukah bergirang? Untuk sesaat pemuda itu hanya berdiri mematung. Cuma setelah kau akui keasliannya, maka segala sesuatunya harus dilaksanakan menurut peraturan lembah ini, tentunya kau tak akan menyesal bukan?

Gadis itu menutup dokumen-dokumennya dan menarik napas panjang seperti ada maksud tapi seperti tak sengaja melirik sekejap ke arah Ho Leng-hong lalu tersenyum, kemudian bangkit dan mengundurkan diri. Pang Wan-kun membuka pintu dan mempersilakan Ho Leng-hong masuk ke dalam, dalam ruang tengah tampak sebuah patung dewi Kwan-im, asap dupa memenuhi seluruh ruangan tapi tempatnya bersih dan teratur rapi. Leluasakah kita bercakap-cakap di sini? Leng-hong berusaha menenangkan hatinya, menurut pendapatnya selama setahun hidup di lembah Mi-kok, Pang Wan-kun tentu banyak mengalami suka-duka, pengakuannya kepada dirinya yang Nyo Cu-wi gadungan pun pasti ada alasan tertentu.

Pang Wan-kun mendengarkan semua keterangan itu dengan tenang, seakan-akan kejadian tersebut telah berada dalam dugaannya. Perjumpaan antara kakak beradik ini sedikit banyak menimbulkan kesedihan bagi kedua pihak, dalam penuturan pengalaman kemudian diketahuilah cara bagaimana Pang Wan-kun suami istri meninggalkan Thian-po-hu… Ternyata ketika Pang Wan-kun menikah dengan Nyo Cu-wi, meski ia tahu kejadian yang menimpa Nyo-keh-hengte dalam Mi-kok, namun ia sendiri tak tahu di manakah letak lembah tersebut, setelah menikah iapun tak pernah menceritakan hal ini kepada Nyo Cu-wi.

Waktu ia mengetahui dirinya sedang mengandung dan hendak memberitahukan kabar gembira ini kepada suaminya, tiba-tiba Nyo Cu-wi meninggalkan surat dan pergi dari rumah. Yang lebih mengherankan lagi, ternyata dalam surat Nyo Cu-wi mengetahui bahwa isterinya telah mengandung, bahkan memberi pesan baik lelaki atau perempuan yang bakal dilahirkan, pokoknya Thian-po-hu sudah mempunyai keturunan, sedang ia akan meneruskan perjuangan saudara-saudaranya untuk mencari ilmu golok peninggalan Ang-ih Hui-nio agar nama baik Thian-po-hu bisa dibangun kembali, seandainya dalam setahun ia tidak pulang, maka Pang Wan-kun dipersilakan menjadi majikan Thian-po-hu.

Pang Wan-kun segera putar otak memikirkan persoalan itu, ia merasa hanya pelayan Bwe-ji yang mengetahui dia sedang mengandung, ketika Bwe-ji ditanya baru diketahuinya bahwa pelayan itu mempunyai hubungan cinta gelap dengan Nyo Cu-wi, bahkan diketahui juga sebelum meninggalkan rumah, Nyo Cu-wi pernah berunding secara rahasia dengan Thian Pek-tat, sedang Thian Pek-tat juga sangat banyak mengetahui kejadian di Thian-po-hu, kemungkinan besar dia yang telah membocorkan alamat Mi-kok itu kepada Nyo Cu-wi.

Ketika Thian Pek-tat didesak kemudian, akhirnya diketahui lembah Mi-kok teretak di tengah pegunungan Tay-pa-san. Tapi menurut pengakuan Thian Pek-tat, katanya Nyo Cu-wi sudah mengetahui tentang peristiwa Ang-ih Hui-nio, iapun tahu keenam saudaranya pergi tak kembali lantaran persoalan itu, cuma keluarga Nyo belum ada keturunan dan lagi ia merasa mempunyai tanggung jawab besar, maka rahasia tersebut selalu dipendam dalam hati saja.

Waktu itu Pang Wan-kun sendiri tak sempat menganalisa benar atau tidaknya persoalan itu, waktu itu juga ia berangkat ke Tay-pa-san. Sepanjang jalan ia tidak berhasil menemukan jejak Nyo Cu-wi, tapi merasa seolah-olah ada orang yang secara diam-diam memberi petunjuk kepadanya, sehingga tanpa susah payah ia berhasil menemukan Mi-kok. Pang Wan-kun disekap dalam penjara, ia berpikir dengan cermat, demi janin dalam kandungannya sambil menahan rasa sedih terpaksa ia memilih untuk menetap dalam lembah sambil menunggu kesempatan… Setelah mendengar kisah tersebut, Ho Leng-hong bertiga menghela napas terharu, di antaranya Hui Beng-cu yang sebenarnya tidak mengetahui tentang diri Ho Leng-hong, sekarang baru tahu bahwa dia bukan Nyo Cu-wi, sebab itu dalam kesedihan terselip juga beberapa bagian rasa kaget dan tercengang.

Bukankah Mi-kok melarang anggotanya keluar dari tempat ini dan tak pernah berhubungan dengan dunia luar? Untunglah Kokcu lembah ini Tong Siau-sian, meski masih kecil namun kecerdasannya melebihi orang lain dan lagi sifatnya tawar terhadap segala macam keramaian.

Maka begitu orang-orang Ci-moay-hwe mengetahui tak mungkin menarik perhatiannya, diam-diam merekapun membeli beberapa orang Popo dan tokoh berbenang biru untuk membantu mereka mendesak kepada Tong Siau-sian agar terjun kembali ke dunia persilatan, tapi Kokcu tak mau, secara diam-diam mereka lantas melakukan segala persiapan dan mengadakan kontak dengan dunia luar, kupikir dengan cara inilah Thian Pek-tat serta Hui-goan Taysu berhasil mengadakan kontak dengan pihak Mi-kok.

Lagipula, jumlah anggota lembah yang berkomplot dengan Ci-moay-hwe tentu tidak sedikit jumlahnya, bila kita melakukan suatu tindakan, bukannya membantu, malah kemungkinan besar akan mencelakainya. Bagaimanapun juga, tidak seharusnya kita meninggalkan hasil karya leluhur untuk hidup dalam lembah ini. Aku orang pertama yang tidak setuju dengan usul tersebut. Mengenai kata yang terakhir, tentu saja berarti kalau orang tidak mati kedinginan dia akan mati terbakar dalam liang api, sebab itu barang siapa memasuki istana es dan liang api, belum pernah ada yang berhasil keluar dalam keadaan selamat.

Ayahku berada dalam cengkeraman Ci-moay-hwe, kalau aku tak pulang, betapa akan gelisahnya beliau? Tak nyana kau masih ada pikiran untuk bergurau? Lebih baik sebelum hujan sedia payung, kita membuat dulu perhitungan yang paling jelek. Aku tidak setuju! Aku ingin tanya, sewaktu kau menerima pesan dari keluarga Nyo untuk bantu Thian-po-hu berdiri kembali dengan jaya, sudahkah tugas itu terselesaikan bila jiwamu kau korbankan dalam istana es liang api, bukanlah tindakanmu itu berati tidak memenuhi janjimu kepada keluarga Nyo?

Kematianmu tak akan menjadi soal, tapi meninggalkan adikmu dan anaknya bukan suatu tindakan yang terpuji. Apakah tidak kaulihat bahwa adikmu tak bebas bergerak dan berada di bawah ancaman orang lain? Dari sini dapat diketahui bahwa mengajaknya bermain cuma alasan, yang benar adalah menjadikan bocah itu sebagai sandera, agar adikmu tunduk dan bersungguh-sungguh melaksanakan perintahnya.

Tak berani kukatakan dengan pasti, mungkin saja Tong Siau-sian benar-benar ingin meminjam kekuatan kita untuk melawan para pengkhianat dalam lembah, mungkin juga ingin mempergunakan kekuatan kita untuk melakukan suatu pekerjaan yang berbahaya, atau bahkan mungkin Mi-kok adalah sarang Ci-moay-hwe, sedan Tong Siau-sian adalah ketua Ci-moay-hwe tersebut… setiap kemungkinan bisa terjadi di sini. Lebih baik kita berlagak bodoh dan mendengarkan semua perintahnya, bila keadaan yang sesungguhnya telah jelas baru kita ambil tindakan.

Ia muncul bersama Pui Hui-ji serta dua orang perempuan lain yang berdandan seperti pelayan, masing-masing membawa sebuah kotak makanan. Leng-hong bertiga memang sudah lapar, tanpa sungkan-sungkan mereka duduk dan mulai makan minum dengan lahapnya.

Ternyata takaran minum Pui Hui-ji amat besar, beruntun ia menenggak habis belasan cawan arak tanpa berubah air mukanya, gelagatnya seakan hendak meloloh Pang Goan sampai mabuk, sebab selama ini hanya dia saja yang diloloh terus dengan minuman.

Misalnya saja kalian adalah orang yang dijatuhi hukuman mati, maka untuk bisa menetap di lembah ini pertama-tama harus membuat jasa dulu untuk menebus kesalahan, kemudian izin menetap baru akan diberikan. Nona Pui, tolong beri tahukanlah kepada kami. Leng-hong bertiga tetap tenang dan sama sekali tidak memberikan reaksi apa-apa.

Pang Goan juga tidak menolak, dalam sekejap mata ia telah membuat dua buah lukisan, yang selembar adalah letak Cian-sui-hu, sedangkan yang selembar lagi adalah tempat golok itu disembunyikan. Peta itu dilukis dengan terperinci dan sangat rahasia, terutama tempat golok itu disimpan, betul-betul dilukis dengan amat berhati-hati sehingga baik Ho Leng-hong maupun Pang Wan-kun juga tidak mengetahui.

Wan-kun tidak mengaku pun tidak menyangkal, ia mengembuskan napas panjang. Serombongan orang mengiakan sambil masuk ke dalam, ternyata mereka adalah Yu Ji-nio dan dua orang gadis berbenang putih.

Tapi kemarahan Pang Goan tak terbendung, dalam penjara dia membanting semua ini membuat beberapa gadis penjaga pintu tak berani mendekati pintu terali besi nomor satu. Karena kehabisan akal, terpaksa Yu Ji-nio memindahkan Pang Goan ke ruang penjara nomor tiga, sedangkan Hui Beng-cu diberi kamar nomor satu. Ternyata cara ini manjur juga, setelah pindah kamar sikap Pang Goan jauh lebih tenang.

Bukan hanya tenang saja, malah tak lama kemudian ia tertidur dengan nyenyaknya. Hanya Leng-hong yang tahu bahwa rekan itu tidak benar-benar tidur, tapi iapun tidak bicara apa-apa, sesudah Yu Ji-nio pergi, pelahan ia mengetuk dinding. Kedua, berapa lama mereka berganti penjaga? Terutama keadaan pada waktu malam, perhatikan secara khusus. Wah, kalau begitu perbuatanku benar-benar amat sembrono. Kalau dahulu ia selalu tersenyum simpul dan bersikap ramah tamah, maka kini meski senyuman masih menghiasi bibirnya, namun senyuman itu sangat dingin, membuat siapa pun yang melihatnya segera tahu bahwa senyuman itu diperlihatkan secara terpaksa dalam keadaan yang tidak dikehendakinya.

Yan-ci-po-to akan mengalami kejadian apa? Mari ikut aku. Setelah menelusuri kaki bukit dan belok ke kiri, sampailah mereka di muka sebuah rumah batu, di depan pintu duduk seorang nenek sedang menambal baju. Apa yang dia katakan kepadamu?

Semula kami ingin membantu Kokcu, tapi hasilnya kami harus masuk penjara menjadi tawanan, bila dibandingkan satu sama lain tentu saja kami merasa syarat mereka jauh lebih menarik daripada syarat dari pihak Kokcu.

Akal apa? Nah, tiba waktunya nanti nona boleh keluar dari kamar nomor satu secara tiba-tiba, adang dulu jalan mundurnya kemudian baru memergokinya, bukankah kau segera akan menangkap basah padanya? Sekembalinya ke kamar, Leng-hong menceritakan semua kejadian itu kepada Pang Goan dan Hui Beng-cu, diam-diam ketiga orang itupun melakukan persiapan. Ia masih mengenakan baju merah bersulam benang putih, persis dandanan para gadis penjaga penjara, tidak ketinggalan iapun membawa golok panjang.

Dengan tangan kiri Hui Beng-cu merampas anak kunci, tangan kanan menyambar tubuh Pui Hui-ji, dengan setengah memondong setengah menyeret ia membawanya ke tepi pembaringan, membungkusnya dengan selimut dan dimasukkan ke kolong ranjang, setelah itu disodorkan anak kunci itu lewat terali besi kepada Ho Leng-hong… Dalam waktu singkat suasana dalam penjara pulih kembali dengan tenang, siapapun tidak menyangka dalam penjara telah bertambah dengan seorang, siapapun tidak mengetahui kalau kunci pintu penjara telah terbuka.

Selesai bersantap para penjaga masuk melakukan pemeriksaan, keadaannya tidak berbeda dengan keadaan biasa. Mendekati tengah malam, Ho Leng-hong mengetuk dinding kiri dan kanannya, ketiga orang itu lantas bangun, membuka pintu terali besi dan tanpa membuang banyak tenaga menutuk jalan darah kedua gadis penjaga malam yang tertidur, kemudian menyeret mereka ke dalam kamar penjara.

Hui Beng-cu melucuti pakaian luar gadis-gadis itu, dua di antaranya diberikan kepada Ho Leng-hong dan Pang Goan, sedang ia sendiri mengenakan baju merah bersulam benang putih milik Pui Hui-ji, dengan memegang golok panjang berangkatlah mereka meninggalkan penjara. Pui Hui-ji dan kedua gadis penjaga tersekap dalam penjara. Sepanjang perjalanan dari penjara mereka tidak menjumpai alangan apa-apa, ketiga orang itu mempercepat langkahnya, tak lama kemudian sampailah di depan gedung Yu-tim-cing-sih.

Tunggulah kalian di sini, akan kutemui Wan-kun lebih dulu. Hanya kau seorang diri? Tidak mungkin! Sekalipun kami bersedia kembali, tidak mungkin Tong Siau-sian akan melepaskan kami lagi, bagaimanapun hanya ada jalan kematian bagi kita, daripada pasrah nasib kenapa tidak menyerempet bahaya untuk mencari hidup?

Aku bukannya tak mau kabur, aku kuatir jika kita gagal. Kita sudah bertekad untuk berjuang mati-matian, darimana kautahu kita tak akan berhasil? Yang dimaksud berdandan masih tetap memakai baju merah tanpa sulaman itu, bertangan kosong tanpa membawa apa-apa, bahkan senjata pun tidak membawa.

Bukan saja mudah menimbulkan kecurigaan orang, pun tak ada manfaat apa-apa, umpama memerlukan senjata, di manapun bisa kalian dapatkan, kenapa mesti membawanya dari sini? Pang Wan-kun membawa ketiga orang itu menuju ke ruang tengah di mana Kokcu berdiam, setelah melewati serambi, ia masuk ke gedung tengah tanpa sembunyi-sembunyi, sekalipun di tengah jalan mereka bertemu dengan gadis-gadis peronda malam, karena semuanya kenal pada Pang Wan-kun, maka setelah saling menyapa dengan tertawa mereka berlalu dengan begitu saja, sama sekali tidak ada pemeriksaan apa-apa.

Tapi Ho Leng-hong dan Pang Goan yang menyaru sebagai perempuan merasa jantungnya berdebar karena tegang, sepanjang jalan mereka hanya menundukkan kepala dengan peluh dingin membasahi telapak tangan. Setelah masuk ke ruang tengah, mendadak penjagaan di situ tambah ketat dan rapat. Di pintu masuk tampak berdiri seorang gadis bergaun merah dengan sulaman benang putih memimpin empat orang gadis lainnya melakukan penjagaan, di bawah beranda dan di balik semak bunga sana tampak juga ada penjaga, seluruh halaman tersebut telah dijaga dengan ketatnya.

Setelah menyaksikan semua itu, Pang Goan baru percaya pada perkataan Wan-kun, bila ingin menangkap Tong Siau-sian dengan kekuatan mereka bertiga, sungguh perbuatan yang bodoh. Tentu saja penjagaan semacam ini bukan khusus ditujukan untuk menghadapi mereka, tapi penjagaan terhadap serangan mendadak dari pihak Tiang-lo-wan.

Ketika melewati ruangan, beberapa orang gadis penjaga sama menutupi mulut dan tertawa cekikak-cekikik, dan sekalipun mereka sudah tiba di bawah serambi, gadis-gadis penjaga itu masih mengawasi dari kejauhan sambil berbisik-bisik dan tertawa geli.

Suara langkah manusia berkumandang juga dari kiri-kanan serambi, menyusul kemudian muncul dua baris pasukan anak perempuan bersenjata lengkap. Tak lama kemudian, pintu ruang tengah terbuka lebar dan muncul Tong Siau-sian diiringi oleh Pang Wan-kun. Tapi sebelum sempat berbuat sesuatu, cahaya tajam berkilauan, menyusul dua bilah golok panjang telah mengadang di depannya, serentak gadis lain di bawah serambi pun melolos senjatanya.

Tapi persoalan telah berkembang menjadi begini, dalam keadaan tanpa senjata jelas tak mungkin bagi mereka untuk menerobos keluar lembah Mi-kok. Gusar dan gemes Pang Goan, ditatapnya Wan-kun dengan mata melotot, kalau mungkin dia hendak menelan adiknya bulat-bulat.

Leng-hong tidak berkata lagi, setelah menjura ia berjalan keluar lebih dahulu. Mungkin Toaci mempunyai kesulitan yang tak bisa diutarakan. Yu Ji-nio dan Pui Hui-ji mengiringi ketiga orang itu, selain mereka ada lagi delapan orang gadis bersenjata yang mengiringi mereka dari kiri-kanan. Yu Ji-nio betul tidak perkataanku ini? Tentu saja ucapanku itu hanya membohongi kau, tapi waktu itu kau telah menganggapnya sebagai sungguh-sungguh.

Pada dasarnya dia memang tidak pandai bicara, apalagi setelah gusar, ia semakin tak tahu makian apa yang pantas dilontarkan, maka begitu membentak, golok panjang secepat kilat menyambat tubuh bagian bawah Ho Leng-hong. Tindakan tersebut mencerminkan bahwa ia masih jeri akan sesuatu kendatipun kesadarannya hampir terpengaruh oleh emosi, meskipun ia sangat benci pada Ho Leng-hong, namun tidak berani sungguh-sungguh membunuhnya, maka tabasan itu dituju pada bagian tubuh yang tidak berbahaya sebagai pelampiasan rasa gemasnya.

Asal kau tidak merasa berbuat, kenapa orang hendak kaubunuh untuk membungkam mulutnya?

ELUSIVE LOVER CAROLE MORTIMER PDF

Golok Yanci Pedang Pelangi

Cerita ini dimulai bulan Mei hingga bulan Juliseluruhnya berjumlah 7 jilid dan masih bersambung. It is hard to determine the price of the coin without looking at the actual coin itself. Peristiwa membuat wayang potehi dan kesenian bernuansa Tionghoa lain tidak boleh dimainkan secara terbuka. Di Semarang ia mencoba berbagai macam pekerjaan. Yajci group discovered the hoard between April and April Merchant from Ming Dynasty bring their own currency, chinese copper cash coin were used in the surrounding areas like Sumatra, Indonesia and Nusantara. Many people also email me asking if any website is holding auction for coins and banknotes in Malaysia.

FLORID CEMENTO OSSEOUS DYSPLASIA PDF

GOLOK YANCI PEDANG PELANGI PDF

Having long been overlooked in archaeological research, the number of excavations in the Gaza Strip has multiplied since the establishment in of the Department of Antiquities in Gaza. Golok Yanci Pedang Pelangi Jilid 2 Experts can tell the Hallaton coin is older as it does not feature a crescent shaped imprint visible on the Berkshire coin. Counterstamp of Holland crown shield beside is a rectangular counterstamp I. On the obverse bore the year mintage and coat of arm with inscription Auspicio Regis et senatus anglie which mean under the auspices of the king and the english parliment. Dari generasi pertama yang mulai menerjemahkan pada an hingga yang tetap bertahan hingga kini. Keajaiban Negeri Es 6. Selain makan dan biaya sekolah adik-adik, honor saya juga untuk membayar bunga bank.

CONSTRUIR PARRILLAS SPERONI PDF

.

ANNA SUKTAM PDF

.

Related Articles