JURNAL SOLUSIO PLASENTA PDF

Retensio Plasenta a. Sedangkan sisa plasenta rest placenta merupakan tertinggalnya bagian plasenta dalam rongga rahim yang dapat menimbulkan perdarahan postpartum dini early postpartum hemorrhage atau perdarahan post partum lambat late postpartum hemorrhage yang biasanya terjadi dalam hari pasca persalinan. Sebab-sebabnya plasenta belum lahir bisa oleh karena: a. Apabila plasenta belum lahir sama sekali, tidak terjadi perdarahan; jika lepas sebagian, terjadi perdarahan yang merupakan indikasi untuk mengeluarkannya.

Author:Mazuktilar Mezilrajas
Country:Belgium
Language:English (Spanish)
Genre:Environment
Published (Last):10 April 2016
Pages:63
PDF File Size:18.23 Mb
ePub File Size:17.98 Mb
ISBN:372-5-75867-744-8
Downloads:73442
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kiramar



Retensio Plasenta a. Sedangkan sisa plasenta rest placenta merupakan tertinggalnya bagian plasenta dalam rongga rahim yang dapat menimbulkan perdarahan postpartum dini early postpartum hemorrhage atau perdarahan post partum lambat late postpartum hemorrhage yang biasanya terjadi dalam hari pasca persalinan.

Sebab-sebabnya plasenta belum lahir bisa oleh karena: a. Apabila plasenta belum lahir sama sekali, tidak terjadi perdarahan; jika lepas sebagian, terjadi perdarahan yang merupakan indikasi untuk mengeluarkannya.

Plasenta belum lepas dari dinding uterus karena: a. Plasenta yang sudah lepas dari dinding uterus akan tetapi belum keluar, disebabkan oleh tidak adanya usaha untuk melahirkan atau karena salah penanganan kala III, sehingga terjadi lingkaran konstriksi pada bagian bawah uterus yang menghalangi keluarnya plasenta inkarserasio plasenta.

Damanhuri Barabai, selama 3 tahun — didapatkan kasus rujukan perdarahan pasca persalinan akibat retensio plasenta. Anatomi Plasenta Plasenta berbentuk bundar atau hampir bundar dengan diameter 15 sampai 20 cm dan tebal lebih kurang 2. Tali-pusat berhubungan dengan plasenta biasanya di tengah insertio sentralis. Umumnya plasenta terbentuk lengkap pada kehamilan lebih kurang 16 minggu dengan ruang amnion telah mengisi seluruh kavum uteri.

Bila diteliti benar, maka plasenta sebenarnya berasal dari sebagian besar dari bagian janin, yaitu vili koriales yang berasal dari korion, dan sebagian kecil dari bagian ibu yang berasal dari desidua basalis. Darah ibu yang berada di ruang interviller berasal dari spiral arteries yang berada di desidua basalis. Pada sistole darah disemprotkan dengan tekanan mmHg seperti air mancur ke dalam ruang interviller sampai mencapai chorionic plate, pangkal dari kotiledon-kotiledon janin.

Darah tersebut membasahi semua vili koriales dan kembali perlahan-lahan dengan tekanan 8 mmHg ke vena-vena di desidua. Plasenta berfungsi: sebagai alat yang memberi makanan pada janin, mengeluarkan sisa metabolisme janin, memberi zat asam dan mengeluarkan CO2, membentuk hormon, serta penyalur berbagai antibodi ke janin. Etiologi dan Patogenesis Setelah bayi dilahirkan, uterus secara spontan berkontraksi.

Kontraksi dan retraksi otot-otot uterus menyelesaikan proses ini pada akhir persalinan. Sesudah berkontraksi, sel miometrium tidak relaksasi, melainkan menjadi lebih pendek dan lebih tebal. Dengan kontraksi yang berlangsung kontinyu, miometrium menebal secara progresif, dan kavum uteri mengecil sehingga ukuran juga mengecil. Pengecian mendadak uterus ini disertai mengecilnya daerah tempat perlekatan plasenta. Ketika jaringan penyokong plasenta berkontraksi maka plasenta yang tidak dapat berkontraksi mulai terlepas dari dinding uterus.

Tegangan yang ditimbulkannya menyebabkan lapis dan desidua spongiosa yang longgar memberi jalan, dan pelepasan plasenta terjadi di tempat itu. Pembuluh darah yang terdapat di uterus berada di antara serat-serat oto miometrium yang saling bersilangan. Kontraksi serat-serat otot ini menekan pembuluh darah dan retaksi otot ini mengakibatkan pembuluh darah terjepit serta perdarahan berhenti. Pengamatan terhadap persalinan kala tiga dengan menggunakan pencitraan ultrasonografi secara dinamis telah membuka perspektif baru tentang mekanisme kala tiga persalinan.

Kala tiga yang normal dapat dibagi ke dalam 4 fase, yaitu: 1. Fase laten, ditandai oleh menebalnya duding uterus yang bebas tempat plasenta, namun dinding uterus tempat plasenta melekat masih tipis. Fase pelepasan plasenta, fase dimana plasenta menyempurnakan pemisahannya dari dinding uterus dan lepas.

Tidak ada hematom yang terbentuk antara dinding uterus dengan plasenta. Terpisahnya plasenta disebabkan oleh kekuatan antara plasenta yang pasif dengan otot uterus yang aktif pada tempat melekatnya plasenta, yang mengurangi permukaan tempat melekatnya plasenta. Akibatnya sobek di lapisan spongiosa. Saat plasenta bergerak turun, daerah pemisahan tetap tidak berubah dan sejumlah kecil darah terkumpul di dalam rongga rahim.

Ini menunjukkan bahwa perdarahan selama pemisahan plasenta lebih merupakan akibat, bukan sebab. Lama kala tiga pada persalinan normal ditentukan oleh lamanya fase kontraksi. Tanda-tanda lepasnya plasenta adalah sering ada pancaran darah yang mendadak, uterus menjadi globuler dan konsistensinya semakin padat, uterus meninggi ke arah abdomen karena plasenta yang telah berjalan turun masuk ke vagina, serta tali pusat yang keluar lebih panjang.

Sesudah plasenta terpisah dari tempat melekatnya maka tekanan yang diberikan oleh dinding uterus menyebabkan plasenta meluncur ke arah bagian bawah rahim atau atas vagina.

Kadang-kadang, plasenta dapat keluar dari lokasi ini oleh adanya tekanan inter-abdominal. Namun, wanita yang berbaring dalam posisi terlentang sering tidak dapat mengeluarkan plasenta secara spontan. Umumnya, dibutuhkan tindakan artifisial untuk menyempurnakan persalinan kala tinggi.

Metode yang biasa dikerjakan adalah dengan menekan dan mengklovasi uterus, bersamaan dengan tarikan ringan pada tali pusat. Kelainan dari uterus sendiri, yaitu anomali dari uterus atau serviks; kelemahan dan tidak efektifnya kontraksi uterus; kontraksi yang tetanik dari uterus; serta pembentukan constriction ring. Kelainan dari plasenta, misalnya plasenta letak rendah atau plasenta previa; implantasi di cornu; dan adanya plasenta akreta.

Kesalahan manajemen kala tiga persalinan , seperti manipulasi dari uterus yang tidak perlu sebelum terjadinya pelepasan dari plasenta menyebabkan kontraksi yang tidak ritmik; pemberian uterotonik yang tidak tepat waktunya yang juga dapat menyebabkan serviks kontraksi dan menahan plasenta; serta pemberian anestesi terutama yang melemahkan kontraksi uterus.

Gejala Klinis a. Anamnesis, meliputi pertanyaan tentang periode prenatal, meminta informasi mengenai episode perdarahan postpartum sebelumnya, paritas, serta riwayat multipel fetus dan polihidramnion. Pada pemeriksaan pervaginam, plasenta tidak ditemukan di dalam kanalis servikalis tetapi secara parsial atau lengkap menempel di dalam uterus.

Pemeriksaan Penunjang a. Hitung darah lengkap: untuk menentukan tingkat hemoglobin Hb dan hematokrit Hct , melihat adanya trombositopenia, serta jumlah leukosit. Pada keadaan yang disertai dengan infeksi, leukosit biasanya meningkat. Ini penting untuk menyingkirkan perdarahan yang disebabkan oleh faktor lain. Diagnosa Banding Meliputi plasenta akreta, suatu plasenta abnormal yang melekat pada miometrium tanpa garis pembelahan fisiologis melalui garis spons desidua.

Penanganan Penanganan retensio plasenta atau sebagian plasenta adalah: a. Pemasangan IV-line dengan kateter yang berdiameter besar serta pemberian cairan kristaloid sodium klorida isotonik atau larutan ringer laktat yang hangat, apabila memungkinkan.

Monitor jantung, nadi, tekanan darah dan saturasi oksigen. Transfusi darah apabila diperlukan yang dikonfirmasi dengan hasil pemeriksaan darah. Plasenta coba dilahirkan dengan Brandt Andrews, jika berhasil lanjutkan dengan drips oksitosin untuk mempertahankan uterus. Jika plasenta tidak lepas dicoba dengan tindakan manual plasenta. Indikasi manual plasenta adalah: Perdarahan pada kala tiga persalinan kurang lebih cc, retensio plasenta setelah 30 menit anak lahir, setelah persalinan buatan yang sulit seperti forsep tinggi, versi ekstraksi, perforasi, dan dibutuhkan untuk eksplorasi jalan lahir, tali pusat putus.

Jika tindakan manual plasenta tidak memungkinkan, jaringan dapat dikeluarkan dengan tang cunam abortus dilanjutkan kuret sisa plasenta. Pada umumnya pengeluaran sisa plasenta dilakukan dengan kuretase. Kuretase harus dilakukan di rumah sakit dengan hati-hati karena dinding rahim relatif tipis dibandingkan dengan kuretase pada abortus.

Setelah selesai tindakan pengeluaran sisa plasenta, dilanjutkan dengan pemberian obat uterotonika melalui suntikan atau per oral. Pemberian antibiotika apabila ada tanda-tanda infeksi dan untuk pencegahan infeksi sekunder. Komplikasi Komplikasi yang dapat terjadi meliputi: 1. Komplikasi yang berhubungan dengan transfusi darah yang dilakukan. Multiple organ failure yang berhubungan dengan kolaps sirkulasi dan penurunan perfusi organ.

Sepsis 4. Kebutuhan terhadap histerektomi dan hilangnya potensi untuk memiliki anak selanjutnya. Prognosis Prognosis tergantung dari lamanya, jumlah darah yang hilang, keadaan sebelumnya serta efektifitas terapi. Diagnosa dan penatalaksanaan yang tepat sangat penting.

Retensio plaseta dan manual plasenta Plasenta manual merupakan tindakan operasi kebidanan untuk melahirkan retensio plasenta. Teknik operasi plasenta manual tidaklah sukar, tetapi harus dipikirkan bagaimana persiapan agar tindakan tersebut dapat menyelamatkan jiwa penderita. Kejadian retensio plasenta berkaitan dengan: 1. Mengganggu kontraksi otot rahim dan menimbulkan perdarahan. Peralatan sarung tangan steril.

Desinfektan untuk genitalia eksterna. Manual Plasenta Teknik: a. Sebaiknya dengan narkosa, untuk mengurangi sakit dan menghindari syok. Tangan kiri melebarkan genitalia eksterna, tangan kanan dimasukkan secara obsteris sarnpai mencapai tepi plasenta dengan menelusuri tali pusat c. Tepi palsenta dilepaskan dengan bagian luar tangan kanan sedangkan tangan kiri menahan fundus uteri sehingga tidak terdorong ke atas. Setelah seluruh plasenta dapat dilepaskan, maka tangan dikeluarkan bersama de ngan plasenta.

Dilakukan eksplorasi untuk mencari sisa plasenta atau membrannya. Kontraksi uterus ditimbulkan dengan memberikan uterotonika. Perdarahan diobservasi. Bagaimana sikap bidan berhadapan dengan retensio plasenta?

Seandainya masih terdapat kesempatan, penderita retensio plasenta dapat dikirim ke puskesmas atau rumah sakit sehingga mendapat pertolong an yang adekuat. Dalam melakukan rujukan penderita dilakukan persiapan dengan memasang infus dan memberikan cairan dan dalam perjalanan diikuti oleh tenaga yang dapat memberikan pertolongan darurat.

H8CA-SAL OMRON PDF

JURNAL SOLUSIO PLASENTA PDF

Klasifikasi a. Trijatmo Rachimhadhi membagi solusio plasenta menurut derajat pelepasan plasenta 2 1. Solusio plasenta totalis, plasenta terlepas seluruhnya. Solusio plasenta partialis, plasenta terlepas sebagian. Solusio plasenta dengan perdarahan keluar 2. Solusio plasenta yang perdarahannya masuk ke dalam kantong amnion. Cunningham dan Gasong masing-masing dalam bukunya mengklasifikasikan solusio plasenta menurut tingkat gejala klinisnya, yaitu: 5,6 1.

UNA CANCION PARA TI SARAH DESSEN PDF

solusio plasenta

Sebelum menjawab hal tersebut, penulis akan jelaskan terlebih dahulu apa itu… Oleh cinta jurnal Diposting pada 15 Agustus …belajar pdf jurnal guru yang salah bidang dalam mengajar download pdf kompetensi pai di madrasah jurnal tentang kebijakan sertifikasi guru jurnal komptensi pedagogik download kompetensi guru pai DOC… Oleh cinta jurnal Diposting pada 13 Agustus …Kumpulan Jurnal Pemasaran Internasional Gratis Apakah pada saat penelitian sebelumnya Anda sebagai mahasiswa pemasaran membutuhkan sebuah jurnal pemasaran internasional? Sebenarnya ada banyak tempat untuk Download jurnal pemasaran internasional… Oleh cinta jurnal Diposting pada 13 Agustus …Download Kumpulan Contoh Jurnal Internasional Akuntansi Gratis Jurnal dapat mencakup segala bidang yang ada di sekitar kita, baik itu dibidang kesehatan, pendidikan hingga bahkan Anda bisa download jurnal internasional… Oleh cinta jurnal Diposting pada 17 Agustus …Kumpulan Artikel Jurnal Pertanian PDF Saat kita ada di tingkat akhir sebuah jurusan di universitas, kita pasti diminta untuk mengumpulkan bahan yang nantinya bisa digunakan sebagai bahan penelitian dan… Oleh cinta jurnal Diposting pada 14 Agustus …Tata Cara Penulisan Jurnal Ilmiah Dengan Tepat Bagaimana sih contoh penulisan jurnal ilmiah pdf yang tepat dan benar? Sebelum menjawab hal tersebut, penulis akan jelaskan terlebih dahulu apa itu… Oleh cinta jurnal Diposting pada 13 Agustus …File Kebanyakan format file jurnal ilmiah yang ada di internet memang menggunakan format file pdf namun ada juga beberapa jurnal yang menggunakan format file word. Biasanya file dengan menggunakan format… Oleh cinta jurnal Diposting pada 16 Agustus …Jenis — Jenis Jurnal Pembukuan Akuntansi Secara mekanisme pembayarannya sendiri, jurnal pembukuan akuntansi dibagi menjadi dua jenis yakni transaksi prepayment atau transaksi belum di bayar dan transaksi accruals atau… Oleh cinta jurnal Diposting pada 13 Agustus …jurnal manajemen keuangan jurnal ilmiah tentnag manjemn keuangan jurnal keuangan bukan pdf download jurnal manajemen investasi dan pasar modal tahun pdf jurnal 10 prinsip manajemen keuangan jurnal corporate identity… 1.

HOW TO GIVE A KILLER PRESENTATION HBR PDF

Jurnal Doc : jurnal pdf solusio plasenta

Janin mati Pencegahan solusio plasenta Tidak ada cara khusus yang dapat mencegah solusio plasenta. Namun setidaknya, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya solusio plasenta, di antaranya: Hindari merokok Kendalikan tekanan darah tetap normal Gunakan sabuk pengaman saat berkendara Bila memiliki riwayat solusio plasenta, segera konsultasikan ke dokter Bila pernah hamil kembar sebelumnya, segera periksakan diri ke dokter untuk membahas cara mengurangi risiko solusio plasenta pada kehamilan yang sekarang Pengobatan solusio plasenta Pemeriksaan pada terjadinya solusio plasenta dilakukan oleh dokter spesialis kandungan. Dokter akan melakukan anamnesis melalui pemeriksaan fisik ibu dan janin, meliputi pemeriksaan kondisi abdomen, posisi janin, dan mendeteksi detak jantung janin. Dokter juga menanyakan adanya riwayat solusio plasenta sebelumnya atau pemicu solusio plasenta lainnya seperti hipertensi , hamil tua , riwayat pembekuan darah , dan lain-lain. Untuk melihat kondisi janin dan sejauh mana pelepasan plasenta, dokter akan melakukan USG. USG ini akan memancarkan gelombagn suara yang dapat dipantulkan dan hasilnya terekam di monitor. Jenis pemeriksana ini dapat membantu memastikan diagnosis dan mencegah gawat janin secara dini.

Related Articles